Kwarcab Gandeng Radio

PURBALINGGA – Program siaran ruang Pramuka di radio Lembaga Penyiaran Publik Local (LPPL) Gema Soedirman 93.6 FM Purbalingga sudah berlangsung selama dua tahun. Progam kerjasama ini melibatkan seluruh anggota Pramuka di Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga. Direktur Program dan Kepenyiaran, Kak Ety Setyowati mengungkapkan, sebagai media massa elektronik, radio juga berfungsi sebagai media sosialisasi dan edukasi bagi khalayak. “Dengan mewartakan informasi seputar kegiataan Pramuka di radio LPPL Gema Soedirman 93.6 FM ini, diharapkan gerakan pramuka dapat menunjukkan eksistensinya dalam mengisi kemerdekaan Negara Republik Indonesia,” ungkapnya saat ditemui di sela-sela kegiatan siaran ruang Pramuka di studio radio LPPL Gema Soedirman 93.6 FM, Kamis 31 Mei 2018

Anggota Gerakan Pramuka Dilatih

Kak Eti menambahkan, dalam penyiaran informasi di radio, anggota Gerakan Pramuka juga dilatih memahami kaidah jurnalistik radio dengan menyajikan sebuah informasi kejadian atau peristiwa yang ditulis dalam bentuk cerita dengan gaya percakapan atau conversational style. “Dulu pada awalnya, teman-teman Pramuka ini kami latih menulis berita. Kami ajarkan menggunakan kalimat-kalimat yang sifatnya to the point, menghindari susunan kalimat terbalik dan menggunakan kaidah subyek dan predikat berdekatan letaknya. Dan, sekarang sudah bisa siaran sendiri tanpa kami dampingi dari kru managemen,” ungkap Kak Ety Setyowati yang juga Andalan Cabang Urusan Humas Kwarcab Purbalingga.

Hal Yang Sama Diungkapkan

Hal yang sama diungkapkan Andalan Cabang Urusan Bina Wasa, Sri Widarti. Gerakan Pramuka merupakan sebuah gerakan pendidikan luar sekolah yang merupakan wadah pendidikan dan kaderisasi para tunas-tunas bangsa yang memiliki semangat kebangsaaan dan persatuan. “Ruang Pramuka di radio LPPL Gema Soedirman 93.6 FM sangat bermanfaat bagi para pendengarnya. Karena, kontribusi dari Gerakan Pramuka sangat besar dalam hal pembentukan karakter generasi muda. Dengan semangat yang telah dibangun turun temurun.Harapannya Gerakan Pramuka terus dapat berkontribusi nyata dalam proses pembangunan nasional,” ungkap Kka Sri Widarti yang juga Pengawas TK SD Korwilcam Dindikbud Kecamatan Kutasari.

Berharap Durasi Waktu Dapat Diperpanjang

Ia berharap, durasi waktu siaran dapat diperpanjang. Pasalnya, dalam hal ini, Pramuka sebagai pendidikan di luar sekolah menjadi satu poros penting untuk mencetak generasi masa depan yang berkualitas demi pembangunan bangsa. “Kalau bisa ditambah lagi waktu siarnya, sekarang 30 menit. Bisa nggak meenjaadi 60 menit. Jadi penyampaian materinya bissa maksimal,” ungkap Pelatih Pramuka Kwarda Jateng 2006-2011 ini. Salah satu penyiar ruang Pramuka, Kak Isnaeni Fidia Safa’ati mengaku bangga dapat ikut berkontribusi untuk Pramuka. Dengan menggunakan radio dapat menyampaikan informasi secepat mungkin setelah peristiwa terjadi, dan auditif yang memungkinkan pendengar radio mengembangkan imajinasi sendiri.

Bagikan Kepada Teman Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *