Dampak Bencana
Bencana banjir yang terjadi pada hari Sabtu, 24 Januari 2026 dini hari ini memberikan dampak cukup luas dan parah di beberapa desa. Di Desa Serang, khususnya Dusun Kaliurip, terbilang cukup parah. Berdasarkan data sementara, sebanyak 36 rumah mengalami rusak berat dan 6 rumah lainnya rata dengan tanah. Akibat kondisi tersebut, sekitar 500 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Di Desa Sangkanayu, tercatat sebanyak 78 rumah terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 7 rumah hanyut terbawa arus, 3 rumah mengalami rusak berat, serta puluhan hewan ternak dilaporkan hanyut atau mati. Selain itu, dua jembatan terputus, tujuh sepeda motor dan dua mobil hilang terbawa derasnya arus banjir.
Sementara itu, di Desa Kutabawa, tepatnya Dusun Bambangan, banjir menyebabkan 29 rumah mengalami rusak ringan. Tidak hanya permukiman warga, sektor pertanian juga terdampak cukup signifikan, dengan sekitar 60 hektare lahan pertanian mengalami gagal panen. Selain itu, sebanyak 1.000 sak pupuk dan berbagai alat pertanian hilang, tiga sepeda motor hanyut, serta jalan kabupaten tertutup longsor sepanjang kurang lebih 12 meter. Jembatan penghubung Kutabawa–Clekatakan pun dilaporkan ambruk akibat terjangan banjir dan longsor.
Hingga saat ini, warga masih membutuhkan bantuan logistik, tenaga, serta dukungan dari berbagai pihak untuk pemulihan pascabencana.
















