Aspek Penilaian Kwarcab Tergiat
Dalam kegiatan visitasi, tim penilai Kwarda Jawa Tengah meninjau berbagai aspek penting yang menjadi indikator lomba Kwarcab tergiat. Aspek tersebut meliputi bidang Binamuda, Binawasa, Binasatuan, Organisasi dan hukum, Abdimas, Humas dan informatika, Keungan dan sarpras serta Dewan Kerja Cabang (DKC).
Dalam kesempatan tersebut, Waka Keuangan dan Sarpras, Kak Suroto memberikan apresiasi atas dedikasi Kwarcab Purbalingga yang ia tetap mampu menjalankan berbagai kegiatan besar meski dengan keterbatasan anggaran.
“Alhamdulillah sore hari ini kita mendapat kunjungan dari Kwarda Jawa Tengah di bidang keuangan dan sarpras. Kesimpulannya, sekalipun dengan keuangan yang terbatas, Alhamdulillah Kwarcab Purbalingga dapat melaksanakan kegiatan dengan baik.” Ujar Kak Suroto.
Ia menambahkan, selama ini Kwarcab Purbalingga menyelenggarakan kegiatan dengan bantuan hibah dari Pemkab Purbalingga dan bantuan dari Badan Usaha Milik Kwarcab (BUMK).
Baca juga : Kursus Orientasi Kepramukaan Kwarran Kaligondang Bekali Calon Pembina Dengan Pengetahuan Dasar Kepramukaan
“Kita terus support walau jumlahnya belum sebesar daerah lain. Mudah-mudahan semangat kakak-kakak, pembina, dan seluruh warga Pramuka di Kabupaten Purbalingga akan semakin baik ke depannya. Kalau memang harus iuran karena kekurangan anggaran, lakukan dengan ikhlas, karena semuanya kembali untuk anak-anak kita. Saya yakin Gerakan Pramuka menjadi wadah pembinaan karakter generasi muda yang efektif.” Lanjutnya.
Sementara itu, dari bidang Binamuda, Kak Kusweni menyampaikan bahwa hasil visitasi kali ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja dan memperkuat koordinasi antar unsur.
“Dari hasil visitasi tadi, masih ada satu dua hal yang memang perlu kita benahi. Intinya, koordinasi akan lebih bagus apabila lebih ke bawah. Kita perlu lebih memantapkan kerja sama dengan unsur-unsur Kwarran, memaksimalkan kegiatan di tingkat Kwarran, dan melakukan pemantauan secara rutin.” Ujar Kak Kusweni.
Pihaknya menegaskan pentingnya sinergi antara pembina, pelatih, dan kwartir ranting agar pembinaan peserta didik di tingkat gugus depan dapat berjalan lebih efektif dan terarah.















