DKC Purbalingga Matangkan Fisik Dan Mental Kontingen Raimuna Daerah XIII, Ini Dia Kegiatan Training Center Ke 5

DKC (Dewan Kerja Cabang) Purbalingga menggelar training Center kontingen Raimuna Daerah XIII yang ke-5 selama 3 hari 2 malam. Yaitu pada hari Jum’at hingga Minggu, tanggal 11 sampai 13 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembinaan dan persiapan kontingen Kwarcab Purbalingga sebelum mengikuti Raimuna Daerah XIII.

Setelah mengikuti upacara pembukaan, peserta mengikuti kegiatan pematerian teknik pembuatan sablon pada kaos. Dalam sesi ini, peserta mendapat materi langsung dari pengusaha sablon baju yaitu Kak Teguh. Ia menyampaikan materi secara runtut mulai dari pengenalan alat-alat sablon, pembuatan desain, hingga praktik menyablon langsung pada media baju. Peserta mendapatkan kesempatan untuk mencoba sablon secara individu, sehingga mereka tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mendapat pengalaman praktik yang nyata. Materi sablon ini bertujuan untuk menambah keterampilan peserta di bidang kreatif sekaligus mengenalkan potensi kewirausahaan yang bisa dikembangkan dari dunia sablon.

Baca juga : Pelantikan DKR Karanganyar : Semangat Baru Untuk Regenerasi Kepemimpinan Pramuka Penegak Dan Pandega

Usai mengikuti materi ini, peserta mulai melakukan perjalanan dengan jalan kaki (long march) menuju umah Wayang Kemukusan dengan jarak kurang lebih 12 km. Sepanjang perjalanan, peserta menjaga kekompakan dan semangat bersama panitia yang mengarahkan jalur. Setibanya di Umah Wayang, peserta beristirahat sejenak sebelum mengikuti materi selanjutnya. Sore hingga malam hari, peserta mendapatkan materi tentang kesenian.

Bacaan Lainnya

Pimpinan kontingen putra yang juga anggota DKC Purbalingga, kak Fabil menjelaskan bahwa selama kegiatan peserta bermalam di tenda yang mereka dirikan sendiri. Untuk malam pertama peserta menginap di halaman umah wayang.

“Malam pertama peserta bermalam di umah Wayang. Kemudian hari kedua, peserta melanjutkan long march menuju rest area Karangklesem dan menerima materi MFR. Hari terakhir diisi dengan long march kembali ke Sanggar Kwarcab Purbalingga dan ditutup dengan upacara penutupan.” Ucap kak Fabil.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *