Fokus DKC Purbalingga
Meskipun rute cukup panjang dan melelahkan, DKC Purbalingga tetap mengutamakan faktor kesehatan dan keselamatan selama perjalanan. Terbukti peserta bisa menunjukkan semangat tinggi dan saling menyemangati satu sama lain.
Pada hari kedua, setibanya di rest area Karangklesem, peserta menerima materi tentang MFR (Medical First Responder). Materi ini berisi pelatihan dasar tentang penanganan pertama pada situasi darurat atau kecelakaan seperti mengecek kondisi korban, dan membalut luka. Pemateri juga menekankan pentingnya tetap tenang dan sigap dalam situasi darurat, serta memahami prinsip-prinsip keselamatan diri saat memberikan pertolongan. Bukan hanya teori, peserta juga melakukan simulasi pertolongan terhadap korban kecelakaan. Hal ini agar peserta lebih mudah memahami dan mampu menerapkannya saat di lokasi kejadian.
Usai menginap di rest area Karangklesem, pesertta kembali melaksanakan longmarch menuju Sanggar Bakti Pramuka untuk mengikuti upacara penutupan.
Baca juga : 25 Calon Penegak Laksana SMA Negeri 1 Rembang Jalani Uji SKU Pengembaraan
Dalam upacara ini, panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas kedisiplinan, semangat, dan kerja sama selama mengikuti kegiatan training center. Kegiatan ini harapannya bisa menjadi bekal pengalaman yang berharga bagi para peserta menjelang Raimuna Daerah XIII yang akan datang.
“Training Center ke-5 ini tidak hanya melatih fisik dan keterampilan peserta, tetapi juga memperkuat karakter, kepedulian, dan semangat kebersamaan. Setiap materi dan perjalanan yang peserta lalui menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi pramuka yang mandiri, kreatif, dan tangguh. Dengan semangat yang mereka bangun selama pelatihan ini, pesan saya untuk para peserta dapat membawa nama baik Kwarcab Purbalingga di ajang Raimuna Daerah XIII serta menjadi contoh positif bagi pramuka lainnya di lingkungan masing-masing.” Pesan kak Fabil. (Devi Lestari)
