Ini yang Dilakukan Personil Ubaloka dan Pramuli Purbalingga Usai Bencana Angin Puting Beliung di Kutasari

Personil Unit Bantu Pertolongan Pramuka (Ubaloka) dan Pramuka Peduli (Pramuli) Kwarcab Purbalingga berjibaku memotong dan menyingkirkan pohon yang tumbang. Kegiatan “Gugur Gunung” ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat Desa Munjul dan Desa Kutasari di Kecamatan Kutasari yang diterpa angin putting beliung, Selasa (6 April 2021)

“Kita melanjutkan kegiatan Selasa malam. Kita singkirkan pohon-pohon dan membantu memasang seng dirumah warga,” ungkap Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Pramuka Peduli, Kak Edi Susanto di Sanggar Pramuka, seperti dikutip dari laman pramukapurbalingga.id Rabu (7 April 2021).

Sebelumnya bergerak ke lokasi lanjut Kak Edi, personil melaksanakan apel di Sanggar Bhakti Pramuka. Pembagian tugas dan diarahkan oleh penanggung jawab.

“Iya langsung menuju lokasi bencana. Menebang pohon yang tumbang dan membersihkan area sekitar yang terdampak, setelah semua kegiatan selesai personil Pramuka berkumpul di Balai Desa Kutasari,” ungkapnya.

Dari data  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga, sebanyak 36 Rumah mengalami Rusak Ringan, warga terdampak sebanyak 40 Kepala Keluarga yang terdiri 151 Jiwa dengan jumlah kerugian sementara : Rp. 12.900.000,-

Sementara itu, objek wisata Sanggaluri Park di Desa Kutasari, Kecamatan Kutasari diporak-porandakan angin ribut. Akibatnya, objek wisata yang berada di bawah pengelolaan Perumda Owabong ini, mengalami sejumlah kerusakan. Diantaranya, satu bangunan rusak berat dan sejumlah pohon besar tumbang.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purbalingga Kak Umar Fauzi mengatakan, bencana angin puting beliung melanda di sejumlah desa di Kecamatan Kutasari.

“Selain merusak sejumlah rumah, bencana angin ribut juga merusak destinasi wisata Sanggauri Park, milik Pemerintah Kabupaten Purbalingga,” katanya

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *