Perjalanan panjang dalam Gerakan Pramuka telah membentuk sosok Kak Kursiati sebagai pribadi yang tangguh, rendah hati, dan penuh dedikasi. Terpilih sebagai Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Bobotsari masa bakti 2025 – 2028, Kak Kursiati bukan hanya membawa nama, tetapi juga membawa pengalaman, nilai, serta komitmen pengabdian yang telah ia bangun sejak usia dini.
Kepemimpinannya lahir bukan secara instan. Ia tumbuh dan ditempa melalui proses panjang dalam kehidupannya. Salah satunya melalui kegiatan Kepramukaan, mulai sejak Pramuka Siaga, berlanjut hingga saat ini. Keaktifannya yang konsisten menjadi fondasi kuat dalam memahami makna Kepramukaan bukan sekadar kegiatan, melainkan jalan pengabdian.
Baca juga : MI Istiqomah Sambas Gelar Kegiatan Persari dengan 260 Peserta Siaga
Kak Kursiati mulai aktif di Gerakan Pramuka sejak duduk di bangku sekolah dasar sebagai Pramuka Siaga. Dari tahap inilah nilai-nilai dasar seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, dan kepedulian mulai tertanam. Berbagai kegiatan Pramuka yang ia ikuti menjadi ruang pembelajaran karakter hingga membentuk sikap kepemimpinannya.
Ketertarikannya pada dunia Kepramukaan tidak berhenti ketika masa sekolah usai. Sebaliknya, Pramuka justru menjadi ruang aktualisasi diri, tempat belajar memimpin, melayani, serta bekerja dalam tim. Proses panjang tersebut menjadikan Kak Kursiati sosok yang memahami pembinaan Pramuka secara utuh, dari sudut pandang peserta didik hingga pembina.














