Kwarcab Purbalingga Turunkan Personel Bantu Penanganan Banjir Bandang Sangkanayu

‎                Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Purbalingga menurunkan personel untuk membantu penanganan banjir bandang yang melanda Desa Sangkanayu. Sabtu 24 Januari 2026. Kehadiran personel Pramuka ini difokuskan pada kegiatan tanggap darurat, pendataan dampak bencana, serta membantu membersihkan material pasca banjir bandang. Personil dari Kwarcab Purbalingga terdiri dari anggota Pramuka Peduli, Unit Bantu Pertolongan Pramuka (Ubaloka), unit Jurnalistik. Mereka bergabung bersama TNI, Polri, pemdes, dan relawan lainnya.

‎                ‎Banjir bandang terjadi pada malam hari Jum’at , dengan tanda-tanda awal mulai terlihat sekitar pukul 23.00 WIB ketika air sungai mulai meluap. Debit air terus meningkat hingga mencapai puncaknya sekitar pukul 03.00 WIB akibat kiriman material dari hulu berupa pasir, batu, serta batang-batang kayu yang menutup jalur aliran sungai, sehingga air meluap ke pemukiman warga.

Baca juga : Kwarran Mrebet Gelar Rapat Kerja Ranting Tahun 2026

‎                ‎Kepala Desa Sangkanayu, Alinur Setiawan menyampaikan terjadinya banjir ini di malam hari sampai dini hari. Jam 23.00 WIB ia menjelaskan sudah ada tanda-tanda arus sungai mulai meningkat.

Bacaan Lainnya

“Ada antisipasi oleh beberapa warga memang untuk melancarkan arus yang ada di sungai ini, namun demikian ketika sudah mulai jam 2 aliran air dari atas itu terlalu tinggi. Sehingga sampai dengan puncaknya jam 3 ini sudah tidak terbendung lagi karena material-material dari kiriman banjir itu memang bukan hanya batu pasir namun juga ada kayu-kayu, batangan kayu-kayu sehingga menutup akses jalur air.” Jelasnya.

Ia melanjutkan bahwa karena material itulah membuat air sungai meluap sampai dengan pemukiman wargam di RT 13 dan RT 14 RW 05 dusun 3. Kades Sangkanayu juga menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa untuk di Desa Sangkanayu, hal ini karena sudah ada antisipasi sedari awal. Namun demikian akibat kejadian setidaknya ada 7 rumah yang mengalami kerusakan, 7 sepeda motor, dan 2 mobil.

“Selain itu juga ada hewan ternak yang terkena dampak kejadian ini. Kambing ada tiga belas yang terbawa arus, delapan sudah mati di kendang. Harapan dari kami Desa Sangkanayu tentunya untuk bisa mendapat perhatian khusus. Akses secara fisik karena dua jembatan sudah terputus. Kemudian termasuk juga infrastruktur seperti rumah-rumah masyarakat yang terbawa serta bantuan-bantuan sembako dan yang lain.”Ucapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *