Dalam upaya meningkatkan kualitas pembina di seluruh gugus depan, Kwartir Ranting (Kwarran) Kertanegara melaksanakan Kursus Orientasi Singkat Kepramukaan pada Sabtu, 22 November 2025. Kegiatan yang berlangsung di SD Negeri 2 Kasih ini menghadirkan pelatih dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Cabang (Pusdiklatcab) Purbalingga sebagai narasumber utama dan melibatkan Andalan Binawasa Kwarran Kertanegara sebagai panitia penyelenggara. Dengan total peserta sebanyak 78 pembina dari berbagai gugus depan, kursus ini menjadi salah satu kegiatan pembinaan pembina terbesar yang diselenggarakan Kwarran Kertanegara dalam beberapa tahun terakhir.
Kursus orientasi ini bertujuan memberikan penguatan materi dasar kepramukaan serta meningkatkan pemahaman pembina tentang tugas dan fungsi mereka dalam membina peserta didik. Dalam sambutannya, perwakilan Kwarran Kertanegara menyampaikan bahwa pembina adalah pilar utama gerakan Pramuka di tingkat gugus depan. Sehingga kualitas pembina menjadi faktor penentu keberhasilan proses pendidikan kepramukaan.
Baca juga : DKC Purbalingga Gelar Seleksi Peserta Ubaloka Angkatan XIX
Ketua Kwarran Kertanegara, kak Ajin Udi Prianji menegaskan bahwa kegiatan orientasi ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas pembina. Dengan perubahan zaman, perkembangan teknologi, dan dinamika dunia pendidikan, pembina Pramuka dituntut tidak hanya menguasai keterampilan teknis. Tetapi juga mampu beradaptasi dan memahami pendekatan pembinaan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

“Kursus orientasi ini adalah bentuk komitmen Kwarran dalam memberikan ruang pengembangan diri bagi pembina. Kegiatan semacam ini juga bertujuan menyamakan persepsi dan pemahaman antar-pembina agar seluruh gugus depan memiliki standar pembinaan yang seragam sesuai prinsip dan metode Gerakan Pramuka.” Ucapnya.
Kehadiran para pelatih pembina Pramuka dari Pusdiklatcab Purbalingga ini menjadi nilai tambah. Hal ini karena materi yang disampaikan mengacu pada standar resmi pendidikan kepramukaan. Setiap narasumber membawakan materi sesuai bidang keahliannya, sehingga peserta mendapatkan penjelasan yang sistematis, runtut, dan mudah dipahami.














