Menjadi Anggota Pasperda Yang Kharismatik

Dalam rangkaian Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Anggota Unit Pasperda Angkatan ke-16 Kwartir Cabang Purbalingga, peserta laki-laki mendapatkan pembekalan materi Kharismatik yang disampaikan oleh Korps Pelatih Pusdiklatcab Kwarcab Purbalingga, Kak Ginanjar Noviono. Materi ini bertujuan untuk membentuk pembawaan diri yang tegas, percaya diri, dan berwibawa sebagai bagian dari karakter anggota Pasperda.

Dalam penyampaiannya, Kak Ginanjar Noviono menjelaskan bahwa sikap kharismatik bagi seorang anggota Pasperda laki-laki tercermin dari ketegasan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan mengendalikan diri dalam berbagai situasi. Kharisma bukan hanya soal penampilan luar, tetapi bagaimana seseorang membawa diri dengan sikap yang tenang, percaya diri, dan konsisten dalam tindakan.

Ia menekankan bahwa anggota Pasperda harus mampu menunjukkan postur tubuh yang tegap, tatapan yang fokus, serta komunikasi yang jelas dan santun. Seorang anggota yang kharismatik mampu memberikan kesan profesional dan siap menjalankan tugas tanpa harus bersikap berlebihan.

“Kharisma dibangun dari kebiasaan bersikap disiplin dan konsisten. Jika ingin dihormati, maka tunjukkan sikap yang layak untuk dihormati.” Tegas Kak Ginanjar dalam materinya.

Bacaan Lainnya

Baca juga : Pentingnya Materi Keprotokoleran Bagi Calon Anggota Unit Pasperda

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga sikap saat bertugas dalam kegiatan resmi, seperti upacara dan kegiatan protokoler. Bahasa tubuh, cara berdiri, cara berjalan, hingga cara berbicara menjadi bagian dari pembentukan karakter yang berwibawa.

Materi ini berlangsung dengan suasana interaktif dan penuh semangat. Para peserta laki-laki mengikuti sesi dengan serius, menunjukkan komitmen untuk terus memperbaiki diri dan membentuk karakter yang kuat sebagai calon anggota Unit Pasperda.

Melalui materi Kharismatik ini, diharapkan calon anggota Unit Pasperda Angkatan ke-16 Kwarcab Purbalingga mampu memiliki sikap tegas, berwibawa, dan percaya diri, sehingga siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjadi representasi yang baik bagi organisasi. (Hanan Nur Naim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *