Tercapai Dengan Kolaborasi
Ia menegaskan bahwa keberhasilan Kwarran Bobotsari ke depan tidak akan mungkin tercapai tanpa kolaborasi yang solid dari seluruh unsur, mulai dari pengurus Kwarran, Mabigus, satuan karya, pembina Pramuka hingga anggota Pramuka di setiap gugus depan. Dengan semangat kebersamaan, ia meyakini tantangan seberat apa pun dapat dihadapi bersama.
Dalam kepemimpinannya, Kak Kursiati mengusung motto “Berani, Berkolaborasi, Berkarya, dan Berbakti”. Harapannya motto ini dapat menjadi roh gerak seluruh kegiatan Kepramukaan di Bobotsari.
Baca juga : Sosialisasi Akreditasi Gudep, Langkah Kwarran Kertanegara Siapkan Gudep Berkualitas
Melihat kondisi Kwarran Bobotsari yang saat ini telah menunjukkan aktivitas yang baik, Kak Kursiati menyusun sejumlah rencana strategis untuk meningkatkan kualitas dan prestasi Kepramukaan secara berkelanjutan. Salah satu fokus utama adalah pengembangan sumber daya manusia.
“Berbagai program peningkatan kapasitas pembina akan diintensifkan, seperti KPGD, KMD, dan KML, serta Gelang Ajar bagi Pembina. Sementara itu, bagi anggota muda, latihan Pramuka akan didorong agar terlaksana secara rutin minimal satu minggu sekali, sehingga proses pembinaan dapat berjalan konsisten dan terarah.” Ungkapnya.
Selain peningkatan kualitas internal, ia juga berkomitmen untuk memperluas partisipasi anggota dalam kegiatan Kepramukaan di berbagai tingkatan, mulai dari tingkat ranting, cabang, daerah, hingga nasional. Partisipasi ini tidak hanya dimaknai sebagai keikutsertaan, tetapi juga sebagai ajang pembuktian kualitas dan prestasi.














