Pesantren Ramadan MIMA NU Nurul Ikhlas
Sumber pendanaan untuk kegiatan ini berasal dari kas pramuka serta sumbangan dari para pembina dan wali murid. Dukungan luar biasa dari 45 wali murid yang turut serta menjadi donatur, membuat kegiatan ini lebih besar dari yang diperkirakan. Ini menjadi sebuah pencapaian mengingat berbagi takjil merupakan program baru dalam Pesantren Ramadan tahun keempat di MIMANU Nurul Ikhlas.
Ketua Mabigus MI Ma’arif NU Nurul Ikhlas, kak Subagyo menjelaskan bahwa MIMA NU Nurul Ikhlas membagikan 785 bungkus takjil kepada para pengguna jalan di jalur Pagutan–Bumisari. Baik mereka yang menggunakan kendaraan seperti sepeda motor, mobil, dan sepeda, maupun pejalan kaki. Kemudian juga kepada komunitas pecinta merpati, serta masyarakat sekitar lokasi pembagian.
Jenis takjil pun beragam, mulai dari kolak yang berasal dari kas pramuka, hingga bubur, es buah, es campur, es kuwut, es doger, Yakult, kurma, roti, serta nasi kotak dari para donatur.
Baca juga : Jelang Lebaran Pasar Badog Bancar Makin Ramai Oleh Pengunjung
“Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat tinggi. Banyak penerima takjil yang mengungkapkan rasa syukur dan kegembiraan mereka. Bahkan beberapa di antaranya mengaku baru pertama kali melihat kegiatan berbagi takjil di daerah tersebut. Banyak pula yang berharap agar kegiatan ini bisa secara rutin tahun dan informasi mengenai lokasinya bisa lebih awal agar lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya.” Ucap kak Subagyo.
Pihak penyelenggara memiliki harapan besar untuk kegiatan ini ke depannya. Mereka ingin semakin banyak donatur yang terlibat, tidak hanya dari wali murid. Akan tetapi juga dari pengurus madrasah, komite sekolah, organisasi masyarakat, serta masyarakat luas. Selain itu, mereka juga berencana memperluas cakupan lokasi pembagian takjil agar semakin banyak orang yang terbantu.
“Awalnya, kegiatan berbagi takjil hanya merupakan pengganti dari program santunan anak yatim yang biasanya diadakan dua kali setahun. Yakni saat Pesantren Ramadan dan 10 Muharram. Namun, setelah melihat dampak positifnya, kegiatan ini kami rencanakan menjadi agenda tahunan. Nantinya akan kami masukan secara resmi dalam program pramuka di awal tahun ajaran baru.” Tambahnya.
Dengan adanya aksi berbagi takjil ini, harapannya semangat gotong royong dan kepedulian sosial semakin tumbuh. Sehingga Ramadan menjadi momen yang lebih bermakna bagi semua pihak yang terlibat. (Nadirah)
