Penggalangan Donasi Selama Tujuh Hari
Ia menjelaskan bahwa sebelum proses pengiriman, Pramuka Peduli Kwarran Kertanegara terlebih dahulu melaksanakan pengumpulan donasi dari tanggal 2 hingga 9 Desember 2025. Sasarannya adalah seluruh gugus depan dan masyarakat yang ada di Kwarran Kertanegara. Dalam kurun waktu satu pekan tersebut, Kwarran Kertanegara melibatkan anggota pramuka, pembina, dan masyarakat umum.
“Semangat penggalangan dana ini bermula dari keprihatinan mendalam terhadap kondisi masyarakat di Sumatera yang terdampak bencana. Banyak warga kehilangan tempat tinggal, fasilitas umum rusak, serta kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Hal inilah yang mendorong Kwarran Kertanegara untuk bergerak cepat mengajak masyarakat sekitar ikut berdonasi.” Tambahnya.
Baca juga : Orientasi Satuan Karya Tekankan Pentingnya Inovasi Saka Dalam Pendidikan Kepramukaan
Hasil penggalangan sangat menggembirakan. Selama tujuh hari tersebut, terkumpul 11 karung besar pakaian layak pakai yang masih dapat digunakan oleh para korban bencana. Serta 2 karung kecil berisi perlengkapan mandi dan cuci, meliputi sabun mandi, deterjen, dan kebutuhan kebersihan lainnya. Seluruh donasi kemudian disortir dan dipilah agar tepat guna ketika sampai di lokasi bencana.
Kak Wakhidi menyebut bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi. Banyak yang terdorong untuk memberikan apa pun yang mereka miliki demi membantu para korban. Baginya, inilah wujud konkret implementasi nilai satya Darma Pramuka yang mengajarkan pentingnya rela menolong dan tabah dalam menghadapi persoalan kemanusiaan.
Peran TNI AU : Menguatkan Jalur Distribusi Bantuan
Salah satu elemen kunci yang membuat kegiatan ini berjalan dengan baik adalah keterlibatan TNI Angkatan Udara. Pramuka Peduli Kwarran Kertanegara menjalin kerja sama dengan TNI AU untuk memastikan bahwa bantuan dapat dikirimkan ke Sumatera dengan cepat dan aman melalui jalur udara.
Baca juga : Targetkan Miliki Gudep Terakreditasi, Kwarcab Purbalingga Gelar Sosialisasi Akreditasi Gugus Depan
Jalur udara dipilih mengingat beberapa wilayah terdampak mengalami putusnya akses darat. Dengan menggunakan pesawat militer, bantuan dapat mendarat langsung lebih dekat dengan zona bencana, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Kolaborasi antara Pramuka Peduli dan TNI AU ini menjadi contoh sinergi positif antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga negara dalam menjalankan misi kemanusiaan. Mereka bekerja dengan satu tujuan, menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara yang membutuhkan.” Ujar kak Wakhidi.
















