PURBALINGGA – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga juga menyelenggarakan Estafet Tunas Kelapa (ETK) di 18 wilayah Kwartir Ranting (Kwarran) untuk mendukung kegiatan Kwarda Jawa Tengah 2026.
Sebelumnya pasukan ETK Kwarcab Purbalingga menerima Tunas Kelapa dari pasukan ETK Kwarcab Banjarnegara.
Ka Mabicab Purbalingga Kak Fahmi Muhamad Fanif memimpin prosesi dengan khidmat di Balai Desa Kembangan, Bukateja, Sabtu 5 September 2026.
Kak Fahmi Muhamad Fanif menerima ETK secara resmi dari Ketua Kwarcab Banjarnegara, Kak Wakhid Jumali.
Sekaligus menyampaikan pesan Ka Mabida Jawa Tengah Kak Ahmad Luthfi kepada Kak Fahmi.
Pesan persatuan dan kepedulian lingkungan menyertai setiap langkah kaki pasukan pembawa Tunas Kelapa.
Nuansa kebudayaan lokal menyemarakkan suasana lewat pentas tari siswa SMP Negeri 2 Bukateja dan aksi barongsai.
Sebanyak 61 anggota Pramuka Kwarran Bukateja serta 62 Pramuka Penegak berbaris rapi mengawal pergerakan rombongan.
Masyarakat menunjukkan partisipasi aktif melalui keterlibatan organisasi PC Aisyiyah, PAC Fatayat, RAPI, PKK, IGTKI, HIMPAUDI, dan IGRA.
Korps drumband sekolah menciptakan ritme langkah pasukan di sepanjang jalan utama Bukateja.
Ketua Kwarcab Purbalingga Kak Tri Gunawan Setyadi mengapresiasi totalitas segenap elemen warga.
“Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya dukungan masyarakat terhadap Gerakan Pramuka. Sekaligus semangat gotong royong dalam menyukseskan ETK tahun 2026 ini,” ulas Kak Tri Gunawan Setyadi.
Ia menjelaskan, perjalanan ETK berlanjut menyusuri rute darat menuju titik kumpul di Lapangan Desa Sokanegara, Kejobong.
Ka Mabiran Bukateja yang juga Camat Bukateja Kak Danang Nuswantoro memimpin timbang terima ETK kepada Ka Mabiran Kejobong yang juga Camat Kejobong Kak Saryo pada pukul 11.05 WIB.
Timbang terima menjadi simbol berlanjutnya estafet semangat Gerakan Pramuka. ETK menjadi momentum nyata untuk mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan semangat pengabdian.
“Pramuka terus mengokohkan sinergi bersama pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat luas,” tegas Kak Tri Gunawan Setyadi.

















