Gerakan Pramuka Kwarda

Gerakan Pramuka Kwarda dan Disdikbud Jateng Jalin Kerja Sama, Perkuat Pendidikan Kepramukaan

Gerakan Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah menjalin kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah

Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan Ketua Kwarda Jateng Atikoh Ganjar Pranowo, dan Kepala Disdikbud Jateng Uswatun Khasanah, saat Rapat Kerja Daerah Kwarda (Rakerda) di Grhadhika Bhakti Praja, Kamis 7 April 2022.

Ketua Kwarda Jateng, Atikoh Ganjar Pranowo mengungkapkan, ada tiga fokus dalam kerja sama tersebut, yakni penyelenggaraan pendidikan pada Gugus Depan, pendidikan dan pelatihan Kepramukaan bagi pendidik dan tenaga kependidikan

Serta pendidikan Kepramukaan bagi peserta didik pada satuan pendidikan formal jenjang pendidikan menengah dan khusus.

“Kami berharap, melalui kegiatan yang ada, dapat terbentuk pramuka yang berkarakter, memiliki jiwa nasionalisme tinggi, dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya usai kegiatan.

Kepala Disdikbud Jateng, Uswatun Khasanah menyambut baik kerja sama tersebut.

Karena, di lapangan masih dijumpai kegiatan kepramukaan yang sekadar menggugurkan kewajiban untuk penilaian.

Sehingga, nantinya perlu segera dilakukan pembinaan lagi dimulai dari kepala sekolah, pembina pramuka, dan anak didik, yang selanjutnya akan dilakukan pemantauan pelaksanaan.

“Sekaligus kegiatan yang dilakukan di satuan pendidikan, itu semuanya mengarah pada kegiatan-kegiatan yang menuju pada kemandirian, pendidikan karakter, bukan fisik semata,” tuturnya.

Ditambahkan, kegiatan pembinaan akan dimulai setelah Lebaran mendatang, melalui 13 Cabang Dinas. Pelaksanaannya tidak serentak, tapi bertahap, misalnya satu hari tiga Cabang Dinas, dan pesertanya para kepala sekolah.

“Mengapa Kepala Sekolah bukan pembina Pramuka? Karena Kepala Sekolah itu pemegang manajemen sekolah. Jadi, harus lebih faham sehingga mampu menularkan ke pendidik di satuan pendidikan,” kata Uswatun Khasanah.

Dia menjelaskan, saat ini Pramuka menjadi kegiatan ekstrakurikuler wajib di tingkat SMA/SMK, khususnya siswa kelas X.

Namun, diakui, jumlah pembina Pramuka masih terhitung kurang. Kebanyakan gugus depan memanfaatkan alumnus maupun senior, untuk melatih para siswa.

“Sehingga, diharapkan pendidikan kepramukaan di satuan pendidikan formal jenjang pendidikan menengah dan khusus pada 2022-2023 dapat mendorong bertambahnya pembina Pramuka disetiap sekolah,” katanya.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.