Sistem Segmental
Pada pelaksanaannya, KMD ini menggunakan sistem segmental dengan seluruh narasumber berasal dari Pusat pendidikan dan pelatihan Kwarcab (Pusdiklatcab) Purbalingga. Selama 4 hari peserta mengikuti KMD di SD Negeri 1 Beji dengan sistem pagi datang dan sore pulang. Sedangkan 2 hari terakhir peserta mengikuti KMD dengan sistem menginap di Bumi Perkemahan Munjulluhur.
“Banyak materi yang peserta dapatkan, seperti pre test dan post test, orientasi kursus, kontrak belajar, dinamika kelompok, fundamental Gerakan Pramuka. Ada juga materi dan simulasi upacara buka tutup latihan Siaga Penggalang Penegak, dunia Siaga Penggalang Penegak, postur pembina, serta Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan (PDK MK).” Ujar pimpinan kursus, kak Doriyanto.

Selain itu, lanjut kak Dori sapaan akrabnya kak Doriyanto, peserta juga mendapatkan materi tentang kiasan dasar, metode membina, organisasi Gerakan Pramuka, administrasi gugus depan, menyusun program latihan, ragam keterampilan Siaga Penggalang Penegak serta kegiatan penjelajahan. Ada juga kegiatan api unggun di malam hari saat peserta menginap di buper Munjulluhur.
Baca juga : Temu Dewan Kerja 2026 Bahas Administrasi dan Persiapan Raimuna Cabang
Harapan besar dari kegiatan ini yang juga disampaikan oleh Camat Bojongsari selaku ketua Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) adalah meningkatnya minat generasi muda untuk mengikuti kegiatan Kepramukaan. Karena menurutnya kegiatan Kepramukaan merupakan kegiatan yang sangat positif dan tepat untuk generasi muda Indonesia.
“Harapan saya kepada kakak-kakak semua adalah bisa bareng-bareng dengan kami untuk melahirkan generasi muda Bojongsari yang lebih berkualitas melalui kegiatan Kepramukaan. Mari bersinergi dan berkolaborasi agar Gerakan Pramuka Kwarran Bojongsari semakin hebat di masa yang akan datang.” Ucap Ketua Mabiran Bojongsari, kak Widodo Panca Nugraha.

















