23 April 2021

KWARCAB PURBALINGGA

SATYAKU KUDARMAKAN DARMAKU KUBAKTIKAN

Mengapa di Pramuka Ada Panggilan Kakak dan Adik. Begini Ceritanya

2 min read
Perkiraan Waktu Membaca 2 Menit

Panggilan “Kakak’ dan “Adik” sering didengar saat berkegiatan Pramuka. Adik-adik peserta didik memanggil Pembina Pramuka dengan sebutan kakak, dan para Pembina memanggil para peserta didik dengan sebutan adik.

Panggilan ini sudah sejak lama berlaku dilingkungan Gerakan Pramuka, khususnya untuk golongan Pramuka Penggalang (11-15 tahun), Penegak (16-20 tahun), Pandega (21-25 tahun), dan orang dewasa di dalam Gerakan Pramuka (di atas 25 tahun).

Namun, panggilan “Kakak’ dan “Adik” tidak berlaku untuk Pramuka Siaga (7-10 tahun). Mereka memanggil para Pembinanya dengan sebutan Ayahanda/Yanda serta Ibunda/Bunda. Masih untuk Pramuka Siaga, mereka juga memanggil para asisten Pembina atau Pembantu Pembina, dengan sebutan Pakcik  yang artinya Bapak Kecil) dan Bucik yang artinya Ibu Kecil.

Petunjuk Penyelenggaraan

Ternyata, terdapat aturan yang berlaku di Gerakan Pramuka untuk panggilan ini. Aturan apa? Antara lain termaktub dalam Keputusan Kwartir Nasional Nomor 231 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan (Jukran) Gugusdepan Gerakan Pramuka. Dalam Jukran yang ditetapkan di Jakarta pada 30 November 2007 itu, dijelaskan secara lengkap mengenai panggilan dari Gerakan Pramuka.

Pada Jukran tersebut dalam Bab V yang membahas hubungan Pembina dengan Peserta Didik, disebutkan antara lain bahwa hubungan itu diwujudkan dalam panggilan sebagai berikut:

  1. Ibunda atau  Ayahanda, disingkat Bunda atau Yanda untuk Pembina Siaga;
  2. Bucik atau Pakcik untuk Pembantu Pembina Siaga;
  3. Kakak  disingkat  Kak  untuk  Pembina  Penggalang  dan  para  Pembantu  Pembina  Penggalang;
  4. Kakak  disingkat  Kak  untuk  Pembina  Penegak  dan  para  Pembantu  Pembina Penegak;
  5. Kakak disingkat Kak untuk Pembina Pandega.

Jadi sudah jelas, marilah kita bangga dengan panggilan resmi di Gerakan Pramuka, kakak dan adik sekalian.

Untuk diketahui, Gerakan Pramuka dengan jumlah anggota mencapai sekitar 20 juta orang merupakan organisasi kepanduan dengan jumlah anggota terbesar di dunia. Jumlah Pramuka/Pandu di seluruh dunia mencapai 50 juta orang yang tersebar di 170 negara dan teritori, dan 20 juta di antaranya ada di Indonesia. Berarti hampir 50 persen jumlah Pramuka/Pandu ada di Indonesia.

Dibandingkan organisasi-organisasi yang memiliki anggota kaum muda di seluruh Indoensia, bisa jadi Gerakan Pramuka juga yang terbanyak anggotanya. Lalu, kenapa justru memilih menggunakan panggilan dari organisasi lain, atau katakanlah seolah kurang bangga dengan panggilan yang sudah ada. (dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *