‎Tak Sekedar Berkemah, TC Jamnas Purbalingga Pelajari Pembuatan Keterampilan Plintheng

Dua Jenis Plintheng

Bukan hanya membuat plintheng dengan ranting, peserta juga membuat pelontar yang hanya bermodalkan tali pelontar. Tali yang ada kemudian dibagi menjadi dua bagian. Kemudian mereka tali ini mereka buat menyerupai tempat menyimpan bola atau benda yang kemudian di lemparkan.

‎                ‎Dalam kegiatan tersebut, peserta dilatih untuk memahami bahwa setiap keterampilan dalam Pramuka memiliki nilai pendidikan. Pembuatan pintheng bukan hanya tentang menghasilkan sebuah alat, tetapi juga bagaimana seorang Pramuka mampu berpikir kreatif, memecahkan masalah, bekerja dalam tim, serta memiliki ketelitian dalam menyelesaikan sebuah tantangan.

‎                ‎“Melalui kegiatan seperti ini, peserta belajar bahwa keterampilan Pramuka tidak hanya teori, tetapi harus mampu dipraktikkan. Mereka belajar merancang, mencoba, memperbaiki, dan menyelesaikan sesuatu bersama-sama.” Ujar Kak Urip

‎                ‎Antusiasme peserta terlihat selama proses pelatihan berlangsung. Mereka saling berdiskusi dan bekerja sama dalam kelompok untuk menghasilkan pintheng terbaik. Setiap kelompok dituntut mampu mengembangkan kreativitasnya dengan tetap memperhatikan teknik dan prinsip dasar yang telah diberikan oleh pemateri.

Bacaan Lainnya
KwarcabPurbalingga

‎                ‎Bagi Kontingen Jamnas Kwarcab Purbalingga, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian pembinaan sebelum keberangkatan menuju ajang nasional. Selain meningkatkan keterampilan teknis, latihan ini juga menjadi sarana membangun rasa percaya diri dan kesiapan peserta dalam menghadapi berbagai aktivitas selama Jambore Nasional.

Pinkon Jamnas Kwarcab Purbalingga menegaskan bahwa Training Center dirancang tidak hanya untuk mempersiapkan kemampuan peserta dalam mengikuti perlombaan atau kegiatan Jamnas, tetapi juga membentuk karakter Pramuka yang mandiri, tangguh, kreatif, dan mampu beradaptasi di berbagai kondisi.

“Setiap materi yang diberikan memiliki tujuan. Kami ingin peserta memiliki pengalaman yang lengkap, mulai dari keterampilan lapangan, kepemimpinan, kerja sama, hingga kemampuan menghadapi tantangan.” Ungkap Kak Nurhadiyanto.

Baca juga : Rescue Cafe, Inovasi Baru Kwarcab Purbalingga

‎                ‎Melalui pembekalan keterampilan seperti pembuatan pintheng, Kontingen Jamnas Purbalingga berupaya mengenalkan kembali permainan tradisional yang hampir hilang di tengah perkembangan teknologi.

‎                ‎Rangkaian Training Center Kontingen Jambore Nasional Kwarcab Purbalingga akan terus berlanjut dengan berbagai materi pembinaan lainnya sebagai langkah memastikan kesiapan peserta untuk membawa nama baik Kabupaten Purbalingga di tingkat nasional. (Nadirah Dwi Maulidiyah).

Pos terkait

KwarcabPurbalingga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *