Melatih Motorik lewat Outbond dan Menanam
Tak berhenti pada pengenalan hewan, adrenalin para Prasiaga cilik ini diuji di area Outbond. Dengan pengawasan ketat dari instruktur terlatih, anak-anak melewati rintangan ketangkasan untuk melatih keseimbangan dan keberanian. Teriakkan semangat dari teman sejawat terdengar riuh saat salah satu dari mereka berhasil menaklukkan tantangan.
Setelah lelah bergerak, kegiatan berlanjut ke sesi Menanam. Setiap anak mendapat kesempatan untuk mempraktikkan cara menanam bibit di dalam pot atau media tanam. Tangan-tangan mungil yang kotor oleh tanah justru menjadi simbol kedekatan mereka dengan bumi. Ini adalah pesan tersirat bahwa setiap hal besar dimulai dari sesuatu yang ditanam dan dirawat dengan sabar.
Baca juga : Gladi Tangguh Pangkalan SMK Negeri 1 Bukateja Uji Ketahanan Peserta Hingga Curug Nini Pagerandong
Sebagai penutup petualangan, panitia menghadirkan sesi Pengenalan Reptil. Kehadiran beberapa jenis reptil jinak seperti ular sanca dan kadal eksotis sempat membuat suasana riuh. Namun, dengan bimbingan dari komunitas ahli, satu per satu anak mulai berani menyentuh kulit reptil yang bersisik.
Edukasi ini penting untuk menghilangkan stigma ketakutan yang berlebihan terhadap hewan melata, sekaligus mengajarkan anak-anak mana hewan yang perlu diwaspadai dan mana yang harus dilindungi.
Kegiatan Gebyar Prasiaga Kwarran Kertanegara 2026 berakhir pada siang hari dengan raut wajah puas dari seluruh peserta. Kak Dwi Isnenti berharap bahwa kegiatan ini menjadi standar baru bagi pelaksanaan Prasiaga di masa mendatang.















