Ajarkan Ketahanan Fisik dan Kemampuan Bertahan Hidup, Kontingen Jamnas Purbalingga Lakukan TC di Serang

Kegiatan Saat TC

Kegiatan hari pertama difokuskan pada pembentukan karakter, kekompakan regu, dan pengenalan keterampilan dasar hidup di alam terbuka. Untuk meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi, peserta melakukan perjalan dengan menggunakan angkot.

“Peserta mencari angkot sendiri, mereka berkomunikasi dengan driver. Ini adalah latihan agar mereka belajar bernegosiasi.” Tambah kak Gocip sapaan akrabnya kak Nurhidayanto.

Perjalanan menggunakan angkot memberikan kesan tersendiri bagi beberapa peserta yang jarang menggunakan angkot. Mereka naik dari Pertigaan Salaganggeng dan turun di masjid Miftakhul Huda desa Serang, kemudian menuju lokasi perkemahan di Serang dengan berjalan kakak (longmarch).

Baca juga : Ketua Kwarcab Purbalingga Lantik Mabisaka dan Pinsaka Perwira Anti Narkoba

Bacaan Lainnya

Sampai di lokasi perkemahan yaitu di perhutani Serang, peserta mengikuti berbagai kegiatan, seperti materi dan praktek pembuatan bivak, pemantapan yel-yel regu, identifikasi tumbuhan melalui kegiatan herbarium digital. Malam harinya ada moment cerita api unggun. Pada moment ini peserta berdiskusi bersama pembina pendamping masing-masing. Saling bercengkrama dan berbagi cerita untuk mengenal lebih dalam antar sesama peserta.

“Di hari kedua peserta mengikuti kegiatan penjelajahan dengan 5 pos kegiatan. Dengan jalur penjelajahan yang memanjakan mata dengan pemandangan gunung Slamet dan alam desa Serang, peserta mengerjakan tugas di pos semaphore, tali temali, sandi, morse dan pos Peraturan Baris Berbaris (PBB).” Jelas kak Gocip.

Usai penjelajahan peserta mendirikan tenda doom dan penyempurnaan yel-yel regu. Latihan mendirikan tenda doom ini sebagai upaya agar peserta mengenal teknik pendirian tenda.

“Sore harinya peserta kami kenalkan dengan praktek memasak nasi dengan menggunakan bambu yang dibakar. Banyak juga yang mengenal dengan istilah nasi Lemang.” Ucapnya.

Menutup hari kedua, peserta belajar kreativitas dan kemampuan komunikasi melalui kegiatan story telling. Pada moment ini peserta hanya mendapatkan 3 kata kunci yang kemudian mereka kembangkan menjadi sebuah storytelling dengan masing-masing kata saling terhubung.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *