PURBALINGGA – Mentari belum menyentuh puncaknya di langit Purbalingga, namun aspal di Jalan Simpang Walik sudah mulai memanas oleh deru mesin kendaraan.
Aroma asap knalpot bercampur dengan semangat para pengelana yang memacu roda mereka menuju kampung halaman.
Di sudut persimpangan yang strategis ini, tampak pemandangan kontras, keramaian yang nyaris semrawut beradu dengan ketenangan para pemuda berseragam cokelat muda.
Unit Jurnalistik Kwarcab Purbalingga melaporkan bahwa gelombang kendaraan roda dua dan roda empat terus mengalir tanpa henti.
Aktivitas masyarakat yang meningkat drastis menjelang Hari Raya Idulfitri mengubah jalanan menjadi urat nadi yang berdenyut kencang.
Ada yang bergegas menyelesaikan belanja kebutuhan pokok, ada pula pemudik dengan barang bawaan menumpuk di jok belakang, membawa rindu yang segera ingin tuntas.
Beralih ke titik lain, tepatnya di perempatan Jalan MT Haryono, Kelurahan Karangsentul, suasana serupa menyergap setiap pelintas.
Kawasan ini merupakan titik temu krusial yang menghubungkan akses menuju pusat perbelanjaan, alun-alun, hingga pusat kuliner.
Pada Senin, 16 Maret 2026, antrean kendaraan terlihat memanjang dari berbagai arah, menciptakan simfoni klakson yang menandakan antusiasme sekaligus keriuhan menjelang lebaran.
















