SMP IT Harapan Ummat Purbalingga Gelar Kemah Ukhuwah

Begitu banyak metode untuk menjalin dan meningkatkan rasa persaudaraan dan kekompakan antar anggota Pramuka, diantaranya melalui metode sebuah perkemahan. Hal ini disadari betul oleh pangkalan SMP IT Harapan Ummah Purbalingga yang baru saja melaksanakan kegiatan kemah ukhuwah bagi anggota penggalang kelas tujuh dan delapan. Kegiatan rutin yang sempat tertunda karena pandemi covid 19 ini dilaksanakan di Pusat Kegitan Kepramukaan (Puskepram) Munjulluhur pada tanggal 17 – 19 Juni 2022.

Selama dua hari satu malam para peserta mendapatkan berbagai macam pendalaman materi Kepramukaan dan pengetahuan umum, diantaranya materi tentang semaphore, isyarat sandi, Peraturan Baris Berbaris (PBB), tali temali, penjelajahan, api unggun, outbound dan materi keagamaan.

Kak Aris Indarto, salah satu Pembina putra SMP IT Harapan Ummat mengungkapkan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai ajang untuk memberikan kesempatan bagi anggota Pramuka penggalang untuk melatih kemandirian, rasa tanggung jawab, kekompakan dan jiwa korsa.

 

“Di dalam Gerakan Pramuka, perkemahan juga bisa menjadi alat pendidikan sehingga kami menyelenggarakan kegiatan ini juga salah satu tujuannya untuk melatih dan pendidikan peserta didik melalui perkemahan. Dengan mereka menginap di tenda, itu menjadi strategi bagaimana sesame peserta bisa saling memahami, saling menghormati dan menjaga diri agar tidak egois.” Ungkap Kak Aris

Sementara itu, Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) SMP IT Harapan Ummat Purbalingga, Kak Misyono yang juga turut mendampingi kegiatan hingga usia menjelaskan bahwa Pendidikan Kepramukaan menjadi salah satu pendidikan karakter yang sudah terbukti dan teruji mengahasilkan generasi yang berbudi pekerti luhur dengan nilai satya darma Pramuka yang ada.

“Kemah ini bukan sekedar kemah, akan tetapi dengan kemah ini diharapankan rasa ukhuwan, rasa persatuan diantara kita semakin meningkat. Seperti sebuah bangsa ketika di dalamnya tidak ada rasa persatuan maka bangsa itu tidak akan mampu berdiri. Saat Indonesia dulu masih terpecah belah belum ada rasa persatuan dan kesatuan menjadikan kita sulit merdeka, akan tetapi dengan rasa persatuan dan kesatuan yang semakin besar, maka kemerdekaan Indonesia dapat diraih.” Tutur kak Misyono.

Ia juga menambahkan bahwa dengan rasa ukhuwuah yang tumbuh diantara anggota Pramuka, maka nantinya diharapkan akan menghilangkan rasa benci, menghindari bullying dan meningkatkan rasa kebersamaan serta kekeluargaan yang semakin erat.

“Adanya sistem kejuaraan saat penjelajahan dan outbound ini menjadi metode pendidikan dalam merangsang jiwa kompetisi anak. Agar mampu memiliki daya juang yang lebih baik lagi di kehidupan sehari hari.” Pungkas kak Misyono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.