Dirikan Umah Wayang. Ini Cara Kak Kusno Melestarikan Kesenian Wayang

Kak Kusno
Perkiraan Waktu Membaca 3 Menit

Wayang merupakan pertunjukan drama tradisional yang populer di Indonesia. Namun kini, banyak generasi muda melupakan kekayaan nusantara yang lahir dari budaya asli masyarakat Indonesia. Padalah, setiap bagian dalam pementasan wayang mempunyai simbol dan makna filosofis yang kuat.

Baca Juga: Kakak-kakak Pernah Mendengar Podcast? Yuk Mengenal Apa Itu Podcast

Baca Juga: Ini Seruan Kak Atikoh Agar Pramuka Jateng Tetap di Rumah Saja

Sekretaris Bidang Pembinaan Anggota Muda (Binamuda) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga Kak Kusno saat mementaskan wayang bersama dalan dari satlantas Polres Purbalingga, di depan Mapolres Purbalingga (22 Agustus 2020)
Sekretaris Bidang Pembinaan Anggota Muda (Binamuda) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga Kak Kusno saat mementaskan wayang bersama dalan dari satlantas Polres Purbalingga, di depan Mapolres Purbalingga (22 Agustus 2020)

Padahal, cerita pewayangan selalu mengajarkan budi pekerti yang luhur, saling mencintai dan menghormati, sambil terkadang diselipkan kritik sosial dan peran lucu lewat adegan goro-goro. Tidak salah jika UNESCO mengakuinya sebagai warisan kekayaan budaya Indonesia yang bernilai adiluhung.

Baca Juga: Kwarda Jateng Dorong Kwarcab Purbalingga Bentuk Saka Milenial

Baca Juga: Canggih, Musyawarah Ambalan di SMK Negeri 1 Purbalingga Pakai Google Meet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *