Kakak Harus Rutin Donor Darah. Ini 4 Manfaatnya untuk Kesehatan

Ketua Kwarcab Purbalingga, Subeno

Darah memiliki banyak fungsi penting. Selain untuk mengangkut dan mendistribusikan oksigen ke seluruh jaringan tubuh.

Baca Juga: 76 Tahun Kemerdekaan Indonesia. Kak Sasno: Harus Jadi Spirit Bagi Insan Pendidikan

Darah juga mengangkut sari-sari makanan dari usus ke jaringan tubuh, mengatur dan mengontrol temperatur tubuh, hingga mengatur distribusi hormon.

Baca Juga: Kwarcab Purbalingga Dorong Percepatan Transformasi Digital Saat  Pandemi Covid-19

Sudahkah Kakak kebanyangkan apa jadinya bila tubuh seseorang kekurangan darah karena berbagai sebab?

Tak diragukan lagi, donor darah memang dapat menyelamatkan nyawa tiap orang yang membutuhkannya. Oleh sebab itu, agar stok darah tetap tersedia, maka orang yang sehat tak perlu ragu untuk mendonorkan darahnya.

Manfaat Donor Darah

Mengutip laman  halodoc , ada banyak manfaat yang bisa didapatkan saat melakukan donor darah, terutama bagi orang lain yang membutuhkan. Mengacu pada Palang Merah Amerika, sumbangan darah dari satu orang dapat menyelamatkan hingga tiga nyawa dan disebut-sebut jika donor tersebut dibutuhkan setiap dua detik.

Hal ini mampu menjadi momen yang tepat untuk menyebarkan kebaikan, sekaligus menyehatkan tubuh. Ada banyak manfaat kesehatan yang dapat dirasakan oleh pendonor. Enggak percaya? Berikut ini manfaat donor darah bagi orang yang mendonorkan darahnya.

Mendeteksi Penyakit Serius

Proses donor darah tentunya harus melalui beberapa prosedur. Tiap kali seseorang ingin mendonorkan darahnya, prosedur standarnya adalah pemferiksaan darah untuk mendeteksi penyakit serius. Sebut saja HIV, sifilis, hepatitis B, hepatitis C, hingga malaria. Hal ini penting dilakukan demi mengantisipasi adanya penularan penyakit melalui transfusi darah. Prosedur ini juga menjadi “lampu kuning” bagi pendonor agar lebih memperhatikan kondisi kesehatannya sendiri.

Meningkatkan Produksi Sel Darah

Manfaat donor darah juga bisa meningkatkan produksi sel darah merah. Kok bisa? Nah, ketika melakukan donor darah, sel darah memang akan berkurang. Namun, sumsum tulang belakang akan segera memproduksi sel darah merah baru untuk menggantikan yang hilang. Proses ini akan memakan waktu beberapa minggu. Dengan kata lain, seseorang yang mendonorkan darahnya secara teratur, tubuhnya akan menstimulasi pembentukan darah baru yang segar.

Panjang Umur

Manfaat donor darah lainnya juga bisa memperpanjang usia. Sebab menurut banyak penelitian, berbuat baik dapat membuat seseorang hidup lebih lama. Umur orang yang gemar menolong dan tak mementingkan diri sendiri dapat memiliki usia yang lebih panjang sekitar empat tahun.

Menurut penelitian dari Mental Health Foundation, donor darah juga bisa menjaga kesehatan emosi seseorang. Membantu orang lain, seperti mendonorkan darah bisa mengurangi tingkat stres hingga membantu menghilangkan perasaan negatif.

Menjaga Kesehatan Jantung

Donor darah juga bermanfaat untuk memperlancar aliran darah hingga mencegah penyumbatan arteri. Rajin mendonorkan darah kira-kira mampu menurunkan risiko serangan jantung hingga 88 persen. Enggak cuma itu, mendonorkan darah juga bisa meminimalkan risiko kanker, stroke, dan serangan jantung. Menariknya lagi, manfaat donor darah juga bisa membuat kadar zat besi dalam darah jadi stabil.

Tidak Semua Bisa Jadi Pendonor

Selain mesti melewati berbagai prosedur, donor darah juga memiliki persyaratan tersendiri. Untuk dapat mendonorkan darah, pendonor minimal harus berusia 17 tahun dan maksimal 70 tahun. Sedangkan berat badannya minimal 45 kg, dengan tekanan darah sistole di bawah 180 dan diastole di bawah 100, untuk orang dengan tekanan darah yang cenderung tinggi.

Sedangkan untuk orang yang memiliki tekanan darah rendah, tekanan darah sistole/diastole yang dianggap aman sekitar 90/50. Selain itu, pendonor juga sebaiknya memiliki kadar hemoglobin sekitar 12,5–17 grams (g) of hemoglobin per deciliter (dL), dan tidak lebih dari 20 grams (g) of hemoglobin per deciliter (dL).

Selain itu, ada pula beberapa orang dengan kondisi kesehatan tertentu yang tidak diperbolehkan untuk mendonorkan darahnya, seperti:

  1. Mengidap diabetes.
  2. Mengidap kanker.
  3. Tidak diizinkan dokter untuk menyumbangkan darah terkait kondisi kesehatan tertentu.
  4. Mengidap epilepsi atau sering kejang-kejang.
  5. Mengidap penyakit menular, seperti sifilis, hepatitis B/C, hingga HIV.
  6. Memiliki gangguan perdarahan, seperti hemofilia.
  7. Pernah menjadi pecandu narkoba atau minuman keras.

Itulah pembahasan mengenai segala manfaat yang dapat dirasakan saat seseorang saat melakukan donor darah. Maka dari itu, alangkah baik untuk melakukan donor darah secara rutin untuk kebaikan diri sendiri dan orang lain.

Meski begitu, selalu perhatikan apakah kamu termasuk orang-orang yang dapat memberikan donor atau tidak. Jangan sampai darah yang sudah ditarik terbuang percuma karena kamu masuk dalam daftar tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *