Dampak Ekologis dan Edukasi Berkelanjutan
Masih dari kak unik, pelepasan 6.800 ekor bibit ikan air tawar memegang peranan jangka panjang yang sangat krusial bagi Sungai Wotan. Ikan air tawar bertindak sebagai bioindikator alami kualitas air bersih. Keberadaan populasi ikan yang sehat akan membantu menekan laju perkembangan jentik nyamuk pembawa penyakit, membersihkan jasad renik yang berlebih, serta mengoptimalkan siklus nutrien di dalam air. Ketika kualitas air hulu terjaga dengan baik, maka pasokan air untuk pertanian, peternakan, dan kebutuhan domestik warga di sepanjang aliran sungai akan ikut terjamin mutunya.
Baca juga : Pelantikan Calon Penegak Bantara dan Laksana SMK Negeri 1 Purbalingga Berlangsung Sukses
“Di samping dampak ekologis yang nyata, aksi ini juga membawa misi edukasi (eco-education) yang mendalam bagi generasi muda. Bagi para anggota DKR, pelajar, dan pemuda yang terjun langsung, kegiatan di hulu Sungai Wotan ini menjelma menjadi laboratorium alam yang jauh lebih efektif dibandingkan sekadar membaca teori di ruang kelas.” Jelas kak Unik.
Mereka lanjut kak Unik, dapat belajar secara empiris mengenai karakteristik hidrologi, memahami bahaya destruktif dari sampah plastik, serta menyadari ancaman fatal penggunaan racun kimia atau alat setrum ikan yang dapat memusnahkan seluruh biota sungai dalam sekejap mata.















