PURBALINGGA – Pagi itu, Senin pukul 07.15 WIB, matahari Purbalingga mulai memanjat langit saat hiruk-pikuk kendaraan memenuhi aspal Simpang Walik.
Di tengah keriuhan arus menjelang Hari Raya Idulfitri, seorang pengendara sepeda motor perempuan, Sri Wahyu Ningsih, sedang memacu kendaraannya menuju tempat kerja.
Namun, sebuah malfungsi teknis mengubah perjalanan rutin warga Desa Cendana ini menjadi momen yang mengejutkan.
Petaka kecil bermula ketika tuas gas sepeda motor miliknya mendadak tidak berfungsi normal.
Kendaraan bermesin itu melaju tanpa kendali, membuat sang pengendara kehilangan keseimbangan.
Sri terjatuh tepat di tengah antrean kendaraan yang sedang menunggu lampu merah berganti hijau.
Kejadian berlangsung begitu cepat, menyisakan debu dan rasa nyeri yang menjalar di bagian lututnya akibat gesekan dengan aspal panas.
Beruntung, tepat di sudut persimpangan itu, para personel Aksi Pramuka Peduli Karya Bakti Lebaran (APPKBL) Kwarcab Purbalingga sedang bersiaga.
Melihat insiden tersebut, para pemuda berseragam cokelat itu berlari sigap menghampiri korban.
Mereka memapah Sri menuju posko yang hanya berjarak beberapa meter dari lokasi kejadian guna memberikan pertolongan pertama pada luka lecet yang ia alami.
Pertolongan Tulus di Balik Deru Mesin
Suasana haru menyelimuti posko saat para petugas membersihkan luka Sri dengan penuh telaten.
Meski petugas sempat menawarkan bantuan untuk mengantarnya berobat ke dokter agar mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, perempuan tangguh ini memilih tetap teguh pada niat awalnya.
Dengan senyum tipis menahan perih, ia menyatakan keinginan untuk tetap melanjutkan perjalanan menuju tenpat kerja.
“Saya melanjutkan untuk bekerja saja,” ungkap Sri kepada para Pramuka yang mengerumuninya dengan raut peduli.
Tekadnya mencerminkan semangat pejuang nafkah yang tetap profesional meski baru saja mengalami guncangan fisik maupun mental di jalan raya.
Setelah memastikan kondisi tubuh dan kendaraannya cukup aman untuk kembali melaju, ia pun berpamitan kepada para relawan yang telah menyelamatkannya.
Kehadiran Posko APPKBL selama masa mudik Lebaran terbukti menjadi oase bagi para pengguna jalan yang mengalami kendala.
Selain mengatur arus lalu lintas agar tetap mengalir normal, mereka menjadi garda terdepan dalam aksi kemanusiaan di lapangan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi setiap pengendara agar selalu memeriksa kelaikan teknis kendaraan sebelum memulai perjalanan di tengah padatnya arus mudik.
Keselamatan di jalan raya bukan hanya soal kepatuhan pada rambu, melainkan juga kesiapan mesin dan kewaspadaan diri.
Melalui tindakan cepat para anggota Pramuka, insiden di Simpang Walik pagi itu berakhir dengan rasa aman.
Kini, jalanan kembali berdenyut, membawa ribuan harapan masyarakat yang ingin merayakan hari kemenangan dengan selamat dan penuh sukacita.
















