Dalam rangkaian kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Instruktur Muda Kwartir Cabang Purbalingga yang berlangsung di Bumi Perkemahan Munjulluhur, peserta mendapatkan materi Survival yang dari praktisi bushcraft Indonesia, Kak Urip Miswandi. Sabtu, 11 April 2026.
Materi ini bertujuan untuk membekali peserta dengan kemampuan dasar bertahan hidup di alam terbuka dalam berbagai kondisi. Dalam penyampaiannya, Kak Urip Miswandi menekankan pentingnya kesiapsiagaan, ketenangan, serta kemampuan beradaptasi ketika menghadapi situasi darurat.
Baca juga : Pramuka Kwarcab Purbalingga Bantu Penghijauan Pasca Banjir Bandang Gunung Malang
Tidak hanya penyampaian teori, peserta juga dibekali dengan praktik langsung yang menjadi inti dari materi survival, yaitu pembuatan bivak dan teknik menyalakan api.
“Cara menentukan lokasi yang aman dan strategis saat membuat bivak salah satunya hindari daerah rawan longsor, tidak berada di jalur aliran air, serta pilihlah tempat yang datar dan terlindung dari angin.” Ucap kak Urip.
Peserta kemudian mempraktikkan pembuatan bivak dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar, seperti ranting, daun, dan batang kayu. Serta menggunakan perlengkapan sederhana seperti tali atau terpal apabila tersedia. Teknik penyusunan rangka hingga penutup bivak dijelaskan secara rinci agar mampu memberikan perlindungan maksimal dari cuaca.

Menulislah dengan bebas dan secepat mungkin, dan tuangkan semuanya ke atas kertas. Jangan melakukan koreksi atau menulis ulang, sebelum semuanya habis Kakak tuliskan















