Elemen Penting Survival
Selanjutnya, pada sesi pembuatan api, kak Urip menjelaskan bahwa api menjadi elemen penting saat survival. Baik sebagai sumber kehangatan, untuk memasak, maupun sebagai penanda keberadaan seseorang. Peserta diajarkan cara mengumpulkan bahan bakar yang tepat, mulai dari bahan kering seperti daun dan ranting kecil sebagai pemantik, hingga kayu berukuran lebih besar sebagai bahan bakar utama.
Peserta juga mempraktikkan secara langsung teknik menyusun bahan bakar agar api mudah menyala dan dapat bertahan lebih lama.
“Aspek keamanan juga menjadi perhatian utama. Matikan api saat kalian tidak lagi menggunakannya. Jangan berlebihan menggunakan api (nyala terlalu besar) dan patikan api tidak membahayakan lingkungan sekitar.” Tambah kak Urip.

Selama kegiatan berlangsung, suasana terlihat aktif dan penuh antusias. Peserta saling berdiskusi, bekerja sama, serta mencoba berbagai teknik yang telah dijelaskan. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan sikap sabar, teliti, mandiri, serta kemampuan bekerja dalam tim.
Harapannya melalui materi ini peserta PPIM Kwarcab Purbalingga mampu menguasai keterampilan dasar survival, khususnya dalam pembuatan bivak dan api. Serta dapat menerapkannya kembali dalam kegiatan kepramukaan di gugus depan masing-masing. (Dimas Dwi Kurniawan).

Menulislah dengan bebas dan secepat mungkin, dan tuangkan semuanya ke atas kertas. Jangan melakukan koreksi atau menulis ulang, sebelum semuanya habis Kakak tuliskan















